Taubat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alllah Mempermudah Tobat Bagi UMat Rasulullah- Di antara Rahmat Allah kepada umat Muhammad صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ini adalah mempermudah tobat atas mereka di bandingkan dengan tobatnya bani israil.
Alllah berfiman :
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ
إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَى
بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ
فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sesembahanmu), maka bertaubatlah kepada Rabb yang menjadikanmu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Rabb yang menjadikanmu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Mahapenerima taubat lagi Mahapenyayang.” (QS. 2:54)
Ibnu katsir berkata dalam tafsirnya ( 1/130-131),
" Ini adalah car taubat yang Allah wajibkan atas bani israil dari menyembah anak sapi. Ibnu abbas berkata ' Allah berfirman " sesungguhnya tobat mereka adalah hendaknya setiap dari mereka membunuh siapa pun yang di temuinya, baik itu anak maupun bapak. Dia harus membunuhnya dengan pedang tanpa memedulikan siapa yang terbunuh di tempat tersebut."Ibnu Abbas juga berkata, " Musa memerintahkan kaumnya- dari perintah Rabbnya agar membunuh diri mereka sendiri. orang-orang yang mneyembah anak sapi duduk, sementara orang-orang yang tidak melakukanya tetap berdiri. Lalu, mereka menyiapkan pisau di tangan masing-masing. Tiba-tiba langit menjadi gelap, lalu sebagian membunuh sebagian yang lain. setelah langit kembali terang, ternyata yang terbunuh berjumlah 70.000 orang. Siapa yang terbunuh di ampuni dan siapa yang tidak terbunuh juga di ampuni.
Az-Zuhri berkata, " Tatkala bani israil di perintahkan untuk membunuh diri mereka sendiri, maka mereka pun pergi bersama Musa. Lalu mereka saling tebas dengan pedang dan saling tusuk dengan pisau, sedang musa mengangkat kedua tanganya.
Hingga ketika sebagian telah membunuh sebagian yang lain, mereka berkata, " wahai nabi Allah, berdoalah kepada Allah untuk kami. ' mereka memegang kedua lengannya dan menyandarkan kedua tanganya. mereka terus saja melakukan hal tersebut.
Hingga ketika Allah menerima taubat mereka, maka mereka pun menahan tanganya dari sebagian yang lain dan membuang senjata masing-masing. musa dan bani israil merasa bersedih terhadap orang-orang yang terbunuh di kalangan mereka.
Allah kemudian mewahyukan Kepada musa,
' Apa yang membuatmu bersedih? adapun siapa yang terbunuh dari mereka, maka mereka hidup di sisi-Ku dan di beri rezeki. adapun yang hidup, maka taubatnya teah Aku terima..'
Maka, Musa dan bani israil pu berbahagia dengan berita tersebut. " Ibnu Jarir meriwayatkannya dengan sanad yang baik dari ibnu Abbas.Sungguh, penyucian dan pembebanan yang begitu berat lagi suli bagi mereka adalah seorang saudara membunuh saudaranya. Sebab seakan-akan ia membunuh dirinya sendiri dengan keridhaanya. Akan tetapi, hal tersebut merupakan bentuk tarbiyah (pendidikan) bagi tabiat mereka yang rapuh dan lemah, yang tidak kuat melawan keburukan dan tidak kuasa mencegah kemungkaran. Andaikata mereka saling mencegah kemungkaran kala nabi mereka tidak ada, niscaya mereka tidak akan meyembah anak sapi. Karena mereka tidak saling mencegah dengan ucapan, maka mereka pun saling mencegah dengan pedang dan melakukan pembunuhan yang begitu berat yang dapat memberikan manfaat dan mendidik mereka.
Alangkah besarnya Ramat Allah kepada umat Nabi Muhammad tatkala memudahkan taubat bagi mereka, hingga beliau pun bersabda :
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
"penyesalan adalah taubat ." (HR Ibnu Majah)
Baca juga : keistimewaan hari senin dan kamis ala rasulullah
begitu bahagianya kita sebagai umat Rasulullah Muhammad saw dengan kemudahan dalam menggapai pintu taubat dari Allah , namun masih banyak di antara kita menganggap taubat nanti-nanti saja, karena masih muda, akan tetapi umur siapa yang tau, banyak bayi atau anak-anak kecil belum sempat dewasa sudah meninggal dunia.
semoga kita adalah hamba Allah yang beruntung, masih dapat bertaubat sebenar-benarnya taubat tanpa mengulanginya kembali sebelum ajal menjemput.
Baca juga : keistimewaan hari senin dan kamis ala rasulullah
sumber : amalan penghapus dosa, penulis as-sayyid bin husain Al- affani, penerbit aqwam hal, 44-46






0 komentar:
Posting Komentar