Macam - macam Puasa
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang
disebut “Ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu
tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya.
Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas
mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang
berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak
ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).
mari kita sama-sama tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita, banyak sekali ladang pahal yang bertebaran untuk kita, mari bersama-sama kita manfaatkan sebelum terlambat.
sumber : berobatlah dengan puasa dan sedekah , penulis Hasan Ahmad al-hamman dan tim darul Hadharah, penerbit Aqwam.
Baca juga : keajaiban puasa dalam tinjauan medis
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Macam-macam puasa dalam syariat islam- ada beberapa macam. Namun, cara pelaksanaannya sama, yaitu menahan diri diri dari makan dan minum serta semua hal yang dapat membatalkan puasa emenjak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.
jenis-jenis puasa tersebut adalah :
1. Puasa Wajib
Yaitu berpuasa pada bulan Ramadhan.
Allah berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ
الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ
شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ
فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ
بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا
هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah: 185) .
2. Puasa denda ( Kafarat )
Yaitu puasa yang di wajibkan atas orang yang telah melanggar larangan syar'i tertentu sebagai pelajaran baginya, pembersih dirinya, dan bentuk taubat kepada Allah. Di antara puasa jenis ini adalah :
- puasa denda karena telah melanggar sumpah
- menyamakan istri dengan ibu kandung ( zihar )
- melakukan sesuatu kesalahan pada saat ibadah haji
- melakukan pembunuhan secara tidak sengaja.
3. Puasa sunnah
Yaitu puasa yang sering di lakukan Rasulullah sebagai bentuk Taqarrub kepada Allah dan meraih Ridha-Nya. Di antara jenis puasa ini ialah :
- Puasa tiga hari setiap bulan Qamariah
- puasa senin dan kamis setiap pekan
- puasa tanggal 10 bulan zulhijjah
- puasa hari Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan haji
- puasa 6 hari pada bulan syawal
- puasa seperti nabi Daud
Begitu banyak hadits mutawatir yang memotivasi umat untuk melaksanakan ibadah puasa sunnah, karena puasa jenis ini di lakukan dengan suka rela. Biasanya orang sering bermalas-malasan atau tidak sepenuh hati dalam melaksanakannya. Maka dari itu, banyak hadits shahih yang menerangkan keutamaan dan kadar pahala puasa sunnah.
Sedangkan dua jenis puasa lainya (puasa wajib dan puasa kafarat), maka tidak ada alasan bagi seseorang muslim untuk bermalas-malasan dalam melaksanakan apalagi sampai meninggalkan tanpa alsan yang di perbolehkan hukum syariat islam, kecuali dengan alasan Rukhshah ( keringanan ) yang di berikan Allah. Tanpa itu, meninggalkan dua jenis puasa ini bisa di anggap mengabaikan hak-hak Allah yang mangakibatkan si pelakunya layak mendapatkan hukuman.
Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai
Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ
عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ. قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ:
إِلاَّ الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ
وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’.” (Shahih, HR. Muslim)
Dan bahagialah kita yang selalu mengerjakan amalan puasa wajib maupun amalan sunnah, karena kita di janjikan satu pintu yang sangat istimewa yaitu Ar Rayyan, Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan
tidak haus. Ar Rayyan ini adalah salah satu pintu di surga dari delapan pintu
yang ada yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa.
Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ
الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ
مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ
يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ
مِنْهُ أَحَدٌ
mari kita sama-sama tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita, banyak sekali ladang pahal yang bertebaran untuk kita, mari bersama-sama kita manfaatkan sebelum terlambat.
sumber : berobatlah dengan puasa dan sedekah , penulis Hasan Ahmad al-hamman dan tim darul Hadharah, penerbit Aqwam.
Baca juga : keajaiban puasa dalam tinjauan medis






0 komentar:
Posting Komentar