Sabtu, 12 November 2016

Keistimewaan Puasa hari senin dan kamis ala Rasulullah

Puasa senin kamis

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ 
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ


Keistimewaan puasa senin kamis- Puasa sunnah yang satu ini bukanlah puasa yang asing di telinga kita, bahkan mungkin dari anak kecil sampai mantan anak kecil pun pasti tau apa itu puasa senin kamis, ya yang pasti puasa pada hari senin dan kamis, itu jawaban sederhananya tanpa tau lebih jauh sebenarnya puasa ini keutamaan nya apa? 

Muncul pertanyaan. 

Kenapa yang di pilih hari senin dan kamis, ?

kenapa bukan minggu dan rabu atau selasa dengan jumat. ?

Tentu ini ada alasan nya, kenapa ada keutamaan dari sunnah yang di contohkan oleh Rasulullah  untuk berpuasa pada hari senin dan kamis.

alasan nya adalah, karena hari senin dan kamis itu adalah hari yang istimewa , seperti dalam kisah berikut 

Suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasullah 

Sahabat : ya Rasullah kenapa engkau puasa pada hari senin dan kamis?

Seketika Rasulullah menjawab

Rasulullah : Ketahuilah, Saudaraku. Hari Senin adalah hari dimana aku diturunkan ke dunia. Hari dimana aku lahir dari rahim ibuku, pertama kalinya aku menyentuh alam ini. Aku sangat bersyukur atas kelahiranku di dunia, dan aku menunjukkan rasa syukurku dengan melaksanakan puasa pada hari itu,

Dari Abu Qotadah Al Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab,


ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ

“Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku.”(HR. Muslim no. 1162.)

Dari kisah dan hadist di atas sudah jelas kita mendapat jawaban kenapa hari senin itu hari yang istimewa bagi Rasulullah, karena itu hari dimana beliau di lahirkan ke bumi. Dan untuk menunjukan rasa syukur itu maka Rasulullah berpuasa. 

Tapi di Zaman modern ini, umat akhir zaman ini sudah menyeleweng dari apa yang di ajarkan oleh Rasulullah, yang seharusnya Beliau adalah menjadi panutan atau patokan seperti apa seharusnya yang di lakukan. Akan tetapi sekarang banyak di anatara kita mengikuti budaya-budaya luar ( budaya Non Islam) untuk merayakan hari kelahiran dengan pesta-pesta, roti dan tiup lilin, dan kegiatan-kegiatan yang menghambur-hamburkan uang lainya. 

kalau seperti itu, apakah pantas di katakan sebagai umat nya Rasulullah?? sedangkan Rasulullah sendiri mencontohkan ( mengajarkan ) kepada umatnya, di saat datang hari dimana hari itu Rasulullah di lahirkan ke dunia, maka Rasulullah berpuasa untuk menunjukan rasa syukur nya kepada Allah, bukan malah pesta , tiup lilin dan kegiatan-kegiatan lainya yang benar-benar sudah jauh dari apa yang telah di contohkan oleh Rasulullah. 
lantas yang melakukan itu umat nya siapa???
mari renungkan dan perbaiki , sebelum terlambat dan hanya penyesalan yang tidak ada gunanya.

di atas sudah penjabaran tentang mengapa hari senin dan sudah terjawab,
selanjutnya, pertanyaan kenapa hari kamis? ada apa dengan hari kamis ? 

simak kembali kisah percakapan berikut :

Sahabat     : Lalu bagaimana dengan hari Kamis, ya Rasul? Apa istimewanya hari itu?” Tanya sahabat lagi. 

Dengan tenang Rasulullah menjawab, 

Rasulullah : Tahukah engkau, Saudaraku? Bahwa pada hari itu (Kamis) semua amal ibadah umat manusia dikumpulkan dihadapan Allah oleh para malaikat. Tidakkah engkau merasa bahagia jika di saat amalmu sedang diperiksa, engkau sedang dalam keadaan beribadah kepadaNya?

Sebagaimana dalam suatu hadits di riwayatkan : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”(HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1041.)

Dari percakapan di atas dapat di tangkap dengan jelas jawaban dari pertanyaan kenapa hari kamis?
dan di perkuat lagi dengan hadist Shahih.

jadi pada hari kamis adalah hari dimana amalan di kumpulkan oleh para malaikat dan di serahkan kepada Allah untuk di periksa. jadi pada saat pemeriksaan amalan itu,  Rasulullah berpuasa agar pada saat catatan amal itu di buka dan di periksa, Rasulullah sedang beribadah kepada Allah, betapa indahnya.

sekarang kita semua sudah mengerti kan, kenapa ada puasa sunnah senin dan kamis, ternyata begitu istimewanya hari itu. kita umat Rasulullah marilah selalu menghidupkan sunnah-sunnah beliau sebagai bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam yang kita nantikan syafaatnya di hari kiamat untuk mengajak kita bersama-sama dan berbondong-bondong masuk ke Syurga- Nya Allah yang kita nanti-nantikan. amin

apabila ada yang salah mohon di koreksi




0 komentar:

Posting Komentar