Istimewanya Amalan Menunggu Waktu Sholat berikutnya Setelah selesai Sholat Fardhu
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Amalan menunggu sholat setelah Sholat- mungkin bagi segelintir orang sudah paham dan mengerti hal ini, yang sering mengikuti majelis-majelis ilmu ataupun yang sering membaca buku-buku ibadah yang banyak di perjual belikan di toko-toko buku atau pameran-pameran buku. Namun masih banyak juga di antara kita yang belum mengerti amalan yang sungguh istimewa ini dengan ganjaran yang sangat menggiurkan dari Allah dan pasti sangat di idam-idamkan oleh semua orang, namun pada prakteknya tetap saja berat untuk istiqomah melaksanakan nya.
Menunggu waktu sholat setelah sholat seperti apa itu??
jadi di sini adalah kita tetap berdiam diri di dalam masjid, tidak beranjak dari tempat sholat dan menunggu datangnya waktu sholat berikutnya datang dengan di isi oleh dzikir, tilawah Qur'an, berdoa, dan lain-lain.
akan tetapi kita sebagai muslim jangan salah kaprah mengenai hal ini, jangan menganggap bahwa amalan ini adalah amalan wajib dan harus di laksanakan sehingga meninggalkan kegiatan-kegiatan yang memang seharusnya di lakukan di siang hari ( waktu dzuhur - ashar ) seperti mencari nafkah, kuliah, dan yang lainya. apabila memang libur, tidak masalah untuk di lakukan melakukan nya.
kapan waktu yang baik untuk mengamalkan tanpa harus mengganggu kegiatan yang lain??
hal ini sebenarnya hanya bisa di jawab oleh pribadi orang masing-masing, karena kesibukan orang untuk mencari nafkah waktunya berberbeda-beda, ada yang berangkat pagi pulang sore, ada yang berangkat sore pulang pagi.
kita ambil normalnya saja, yaitu orang yang mencari nafkah berangkat pagi pulang sore. Dengan pola seperti ini berarti kita memiliki waktu yang lenggang dan sudah selesai dari kewajiban kita ( mencari nafkah ) setelah waktu Ashar. kemudian masuklah waktu sholat berikutnya ( magrib - isya ) nah waktu inilah yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan ibadah sunnah ini. karena waktu magrib dan menjelang isya itu berskirar kurang lebih 1 jam, jadi tidak terlalu lama untuk menunggu sampai-sampai merasa jenuh dan bosan, karena masih baru pertama kali melakukan, akan tetapi akan terbiasa jika sudah ISTIQOMAH In sya Allah.
=> Setelah membahas dua hal di atas, mari kita selajutnya masuk ke materi <=
Nama lain dari menunggu sholat setelah sholat adalah Ribath.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ ia berkata, " Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :"Menunggu waktu Sholat setelah Sholat adalah ribath, ribath, ribath " ( HR imam malik, 386, At-tirmidzi, 51)
Diriwayatkan dari Abdullah nin Amru رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ , ia berkata
Setelah kami mengerjakan sholat Maghrib bersama Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , maka pulanglah orang yang ingin pulang. dan menetaplah orang yang ingin tetap di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ datang sambil terengah-engah, kedua lututnya terlihat letih, lalu beliau bersabda:
" Kabar gembira untuk kalian. sesungguhnya Rabb kalian telah membuka satu pintu dari beberapa pintu langit, Allah membanggakan kalian kepada para Malaikat-Nya seraya berfirman : 'Lihatlah hamba-hamba-Ku ini, meraka telah menyelesaikan Sholat fardhu, namun mereka tetap duduk menunggu hingga datangnya sholat fardhu yang lain'." ( HR Ahmad : II/209, Al Rabbani, Ibnu majah, 801)
orang yang melakukan Ribath di jalan Allah adalah unik, karena jika ia mati dalam keadaan Ribath, maka pahalanya terus bertambah hingga hari kiamat. Sekarang renungkan, seandainya ada orang yang sudah tua membiasakan diri menetap di dalam masjid seusai mengerjakan sholat maghrib untuk menunggu datangnya sholat isya' lalu ajal menjemputnya saat ia masih berada di dalam masjid menunggu datangnya sholat fardhu, niscaya dengan izin Allah pahala amalnya akan terus di catat hingga hari kiamat.
Hal ini berdasarkan hadist yang di riwayatkan Fadhalah bin ubaid , bahwasanya Rasulullah bersabda :
"setiap oranang yng sudah mati, maka amalnya akan di tutup, kecuali orang yang Ribath. Amal orang yang Ribath akan terus berkembang hingga hari kiama. Disamping akan selamat dari fitnah kubur." (HR Abu daud, 2500, At- Tirmidzi 1621)
Irbadh bin Sariyah juga meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda :
" setiap amal akan terputus dari pelakunya apabila telah meninggal dunia, kecuali orang yang Ribath di jalan Allah akan terus berkembang dan rezekinya akan terus mengalir untuknya hingga hari kiamat " (HR Thabrani dalam al-kabir) .tidakkah kita melihat, betapa agungnya pahala ini. terus berkembang tak akan pernah putus ?? betapa bahagianya kita apabila bisa meninggal dunia dalam keadaan Ribath di jalan Allah.
sebagian orang kadang tidak memiliki kesibukan. akan tetapi tetap saja mereka duduk santai di rumah menunggu datangnya sholat isya'. padahal andaikan ia duduk di salah satu pojok masjid menunggu datangnya waktu sholat, cukup bagi mereka Allah bukakan salah satu pintu langit lalu membanggakan apa yang di lakukannya kepada para malaikatnya yang mulia. sebagaimana kebanggan Allah terhadap para jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah.
Ibnu Batthal mengatakan ,
" barang siapa merasa memiliki banyak dosa, lalu menginginkan dosa-dosanya terhapus tanpa lelah, hendaklah senantiasa memanfaatkan amal ini, yaitu tetap di tempat sholatnya untuk memperbanyak doanya para malaikat dan istighfar mereka untuknya. karena doa para malaikat cepat di kabulkan.seperti dalam firman ALLAH:
" Tidak ada yang bisa memberikan syafaat kecuali mereka yang telah di ridhai," ( Al-Anbiya':28)
dari beberapa penjelasan di atas dan beberapa hadist yang menguatkan, semoga kita bisa menjadi hamba Allah yang senantiasa mengamalkan apa-apa saja perintah-Nya dan mengerjakan sunnah-sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , dan yang terpenting adalah ISTIQOMAH.
sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat.
Sumber : Mengetuk pintu langit, penulis Muhammad bin Ibrahim An-Nuaim, penerbit Aqwam






0 komentar:
Posting Komentar